Minggu, 25 September 2016

LOGIKA MATEMATIKA

A.   Pernyataan dan Kalimat Terbuka
   1.     Pernyataan  (Statement) atau Kalimat Tertutup
Pernyataan adalah kalimat yang hanya memiliki nilai benar saja atau salah saja, tetapi tidak sekaligus bernilai benar dan salah(kalimat tertutup).
Contoh :
   a.    Jakarta adalah ibu kota Indonesia.(Pernyataan yang benar).
   b.    Semua ikan berteur (pernyataan yang salah).

Penulisan pernyataan tidak menggunakan dasar empiris, yaitu menunjukkan benar atau salahnya sebuah pernyataan melalui  bkti atau perhitunga dalam matematika.
Contoh:
   a.    Dalam  ΔABC berlaku  a² = b² + c ² - 2 bc cos A. ( Pernyataan  benar).
   b.    Akar-akar kuadrat  x ² - x + 7= 0 adalah bilngan real (pernyataan salah).
Ada juga kalimat yang bukan pernyataan (bukan kalimat deklaratif), sehingga tidak dapat ditentukan nilai kebenarannya.
Contoh :
   a.    Siapa namamu?
   b.    Jakarta jauh letajnya.
   c.    Semoga hidupmu bahagia.

    2.    Kalimat Terbuka
Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum ditentukan nilai benar atau salahnya. Namun, setelah variable yang ada pada kaimat terbuka diganti, maka nilai kebenarannya dapat ditentukan.
Contoh :
   a.    A adalah siswa yang memakai kacamata.
   b.    5x + 2 = 10


   3.    Pernyataan Berkuantor
Pernyataan berkuantor adalah pernyataan yang melibatkan banyaknya objek yang terdapat didalam pernyataan tersebut. Pernyataan berkuantor terbagi  menjadi 2, yaitu :
   a.    Pernyataan berkuantor umum (universal), yaitu kuantor yang         menggunkan kata “semua” atau “ untuk setiap” (dilambangkan  )
   b.    Pernyataan berkuantor khusus (eksistensial), yaitu kuantor yang menggunakan kata “ada” atau beberapa” (dilambangkan “”)
      
    B. Operasi pada pernyataan     
  
1. Negasi (ingkaran/penyangkalan)
    a.  Negasi (ingkaran) dari p adalah ~p (dibaca tidak benar p atau bukan p)
    b. Pernyataan p dan ~p mempunyai nilai kebenaran yang berlawanan.
    c. Negasi  untuk pernyataan berkuantor:
   ~[ x : p(x)]= x : ~p(x) dibaca negasi dari “semua x berlaku p(x)” dibaca negasi dari "semua x berlaku




   



Tidak ada komentar: